"Belajar dari Air"
.
.
Begitulah logika air, ia tidak akan membentur batu besar tetapi malah mendatanginya dari berbagai macam arah. Ia tidak akan menghantamkan dirinya dengan halangan yang ada di depannya.
.
Melainkan ia perlahan meresap sampai dinding itu rapuh dan ambruk berantakan. Air mengalir degan kelenturan, sedang kelenturan bukan kelemahan, kelenturan justru sumber kekuatan.
.
Air yang mengalir di sungai dalam keadaan normal tidak akan memaksa batu atau pohon. Air tetap melewatinya tanpa memaksa. Ia bisa melewati tantangan di hadapannya.
Ia bahkan bisa mengalahkan keegoisan dengan fokus sampai ketujuan yang ia inginkan.
Dari @vedhadwiz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar