Minggu, 13 September 2015

Faktor Pemicu Kanker

(a) Senyawa kimia (zat karsinogen) Misalnya sisa-sisa dari industri batubara,ter (jelaga), zat pewama, zat pengawet, bahan tambahan pada makanan dan minuman, karbon tetraklorida (CC14, asbes, merkuri, arsen, kromium, benzene, loramfenikol, fenilbutason, senyawa nitrosamin, aflatoksin B aflatoksin G , asap rokok, dan sitostatika (alkil). Keberadaan senyawa tersebut dalam tubuh dapat dicegah dengan menghindari makanan yang mengandung lemak tinggi makanan yang diawetkan, termasuk makanan yang diasinkan, diasap, dan dipanggang, makanan yang disimpan terlalu lama karena dapat tercemaraflatoksinyaitu suatu zat beracun yang dihasilkan olehjamur Aspergillus flavus, pemanis buatan seperti siklamat dan sakarin; dan jangan menggunakan minyak sayur yang dimasak terlalu panas karena teroksidasi dan terbentuknya radikal bebas yang memicu pembentukan kanker. (b)Faktor fisika Misalnya;radiasisepertibom atom dan radioterapi agresif(radiasi sinar pengion).Kanker kulit dapat ditimbulkan akibatsinar ultravioletyang berasal dari matahari.Kanker kulit dan leukemia dapat ditimbulkan olehsinar radioaktifsepertisinar X/rontgendansinar radiasi bom atom.Gesekan atau benturan pada salah satu bagian tubuh yang berulangdalam jangka waktu lama merupakan rangsangan yang dapat mengakibatkan terjadinya kanker pada bagian tubuh tersebut.Hal ini disebabkan luka atau cedera pada tempat tersebut tidak sempat sembuh dengan sempurna. (c)Virus Jenis virus yang dicurigai penyebab kanker atauvirus onkogenik, antara lain; virus papilloma, virussitimegola, virus epsetein-bar, dll. Terjadinya kanker hati (Hepatoma) meningkat tajam pada penderita hepatitis kronis akibat virushepatitis B dan C(VHB & VHC).Kanker serviks dihubungkan dengan terinfeksinya oleh humanpapilloma virus.Parasit Schistosoma(bilharzia) dapat menyebabkan kanker kandung kemih karena terjadinya iritasi menahun pada kandung kemih. (d) Hormon Zat yang dihasilkan oleh kelenjar tubuh yang berfungsi mengatur kegiatan alat-alat tubuh.Hormon estrogenberfungsi merangsang pertumbuhan sel yang cenderung mendorong terjadinya kanker, sedangkanprogesteronmelindungi terjadinya pertumbuhan sel yang berlebihan. Ada kecenderungan bahwa kelebihan hormon estrogen dan kekurangan progesteron menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim dan kanker prostat dan buah zakar pada pria. (e) Riwayat Keluarga/Keturunan Kelainan genetika. Sebagai contoh, risiko seorang perempuan menderita kanker payudara meningkat 1,5—3 kali jika ibunya atau saudara perempuannya juga menderita kanker payudara.Beberapa penyebab kasus kanker payudara berhubungan dengan suatu mutasi genetik yang khas, yang lebih sering ditemukan pada beberapa kelompok etnik dan keluarga. Perempuan dengan mutasi gen ini memiliki peluang sebesar 80—90% untuk menderita kanker payudara, serta 40-50% untuk menderita kanker indung telur, sebagaimana yang ditemukan pada 1% perempuan Yahudi.Kanker lainnya yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker kulit dan kanker usus besar. (f) Kelainan kromosom. Misalnya, seseorang dengan tingkat syndrome down yang memiliki 3 buah kromosom berisiko 12—20 kali lebih tinggi menderita leukemia akut. (g) Prilaku M elakukan hubungan intim diusia dini dan atau sering ganti pasanganbukan pada pasangan yang syah alias berzina, merokok, makan makananyang banyak mengandung lemak dan daging yang diawetkan juga peminum minuman beralkohol.Stres berat ( baik stress fisik, psykologis, biologis ) dapat menyebabkan ganggguan keseimbangan tubuh. Keadaan tegang terus menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel jadi hiperaktif dan berubah sifat menjadi ganas sehingga menyebabkan kanker. Makanan/minuman Pemicu Kanker : 1. Gula. Dengan mengurangi gula, berarti kita mengurangi suplai makanan penting bagi sel kanker.Kita dapat mengganti gula dengan pengganti yang bersifat alami, yakni madu atau tetes tebu, tetapi dalam jumlah yang amat sedikit. 2. Susu Susu dapat membuat tubuh memproduksi mucus, terutama pada organ bagian dalam, dan kanker diumpan oleh mucus.Maka sebaiknya kita mengurangi susu, serta menggantikannya dengan susu kedelai tawar, sehingga sel kanker akan kelaparan. 3. Lingkungan Asam. Daging mengandung antibiotik ternak yang menumbuhkan hormon dan parasit yang berbahaya, pada daging juga terjadipenimbunan lemaktermasuk salah satunyakeberadaan kolesterol,Kolesterol juga bertindak sebagai lemak hewani yang tidak larut oleh air, yang merupakan komponen terbesar dalam darah.Diet anti daging yang bersifat asam ialah mengonsumsi ikan dan ayam ketimbang daging sapi atau babi. Kolesterol dibawa lipoprotein menuju bagian tubuh yang memerlukannya, yangmerupakan sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi dan sangat dibutuhkan tubuh, terutama untuk membentuk dinding-dinding sel dalam tubuh.Selain itu, kolesterol juga berguna untuk pembentukan asam empedu, hormon-hormon steroid, & vitamin D.Tapi melebihi batas kebutuhan atau tertimbun dalam dinding pembuluh darah, maka bisa menyebabkan suatu kondisi yang disebut aterosklerosis, yakni penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyumbat aliran darah. Jika penyumbatan terjadi di jantung, maka menye­babkan terjadinya serangan jantung.Apabila penyum­batan terjadi di otak, maka mengakibatkan serangan otak alias stroke.Biasanya, kondisi seperti ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang tinggi atau darah tinggi.Semuanya itu menjadi pangkal penyakit kanker, 4. Minuman Ber-Kafein Tinggi Sepert; kopi, teh, dan cokelat, jadi lebih baikmengonsumsi air bersih atau air yang telah disaring guna menghindari racun dan logam berat yang terkandung dalam air ledeng. 5. Goreng-gorengan Pada tahun 2002, Eden Tareke, seorang peneliti dariUniversitas Stockholm, Swedia, mengumumkan hasil risetnya mengenai kandungan akrilamida dan karsinogen yang terbentuk pada makanan yang dipanas kan.Hasil riset menunjukkan bahwa makanan yang mengandung banyak karbohidrat, seperti kentang, singkong, ubi, pisang, nasi, dan sejenisnya, jika digoreng akan terurai dan bereaksi dengan asam amino, sehingga menghasilkan senyawa karsinogenik sebagai pemicu kanker. Demikian hal nya denganmakanan yang dipanggang. Minyak goreng yang berubah menjadi minyak trans ditandai dengan keluarnya asap dari penggorengan, berubahnya warna menjadi lebih gelap, baunya tengik, cairannya lebih kental, serta menyebabkan gatal/iritasi tenggorokan.Namun, minyak trans juga ada yang alami tanpa melalui proses penggorengan, yakni pada lemak hewan memamah biak. Minyak goreng bekas pakai{jelantah)yang dipakai berulang kali lebih cepat rusak dibandingkan minyak baru.Minyak itu pun lebih mudah berasap dan lebih ce­pat menghitam, walaupun suhunya belum terlalu panas. Kita boleh mengkonsumsi gorengan, asalkan tidak berlebihan. Sebab, minyak juga dibutuhkan dalam metabolisme tubuh dengan ukuran tidak lebih dari 5-10 ml/hari (1-2 sendok makan/hari). Yang aman adalah kita menggoreng sendiri denganmengatur agar suhu minyak tidak terlalu panas yaitu dengan api sedang yang bersuhu sekitar 180—220 °C.Semakin rendah suhunya, semakin sedikit akrilamida yang terbentukdan menggunakan sedikit minyak supaya tidak terlalu banyak mengandung akrilamida dan senyawa karsinogenik lain yang terserap dalam makanan,mengangkat hasil gorengan saat matangnya berukuran sedang atau sebelum terlalu cokelat, apalagi gosong.Sebaiknya, sebelum makan, sisa-sisa minyak yang menempel pada makanan diserap menggunakan kertas tisu.Bagi para pejuang kanker, pilihlah jenis minyak goreng yang berkualitas dan menggoreng masakan sendiri di rumah. Sebab, ada banyak jenis minyak goreng yang sering digembar-gemborkan aman bagi kesehatan, tetapi ternyata memiliki potensi bahaya. *Sumber : www.dharmais.co.id yayasan kankerindonesia.orgdll

Tidak ada komentar:

Posting Komentar